Tampilkan postingan dengan label Berita Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Unik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

Tengkorak Naga Terdampar Di Pantai, Tapi Tunggu Dulu....

Ada sesuatu yang menggemparkan di Pantai Dorset, Inggris, yaitu sebuah tengkorak naga yang terdampar di pinggir pantai. Pantai Dorset selama ini memang dikenal sebagai "Pantai Jurassic" karena banyaknya penemuan tulang-tulang dinosaurus disana, namun tengkorak sepanjang 40 kaki dan setinggi 9 kaki ini teronggok terlihat sangat mencolok seolah hewan tersebut baru beberapa tahun lalu mati disana, tapi tunggu dulu....

It was 40 feet long, 8 feet wide, and 9 feet tall.

Jika anda kurang percaya dengan berita diatas, anda benar. Karena sebenarnya ini adalah tulang buatan khusus untuk mempromosikan acara TV, Game of Throne.



Beachgoers were surprised to find a bus-sized giant skull wash up on Dorset's "Jurassic Coast."

Tulang naga ini sempat membuat heboh pengunjung pantai Dorset.

But Blinkbox was responsible for this stunt, created to celebrate the show's arrival on the company's streaming TV and movie service.

The scene was inspired by a moment when GOT character Arya Stark finds dragon skulls in King's Landing on the show.

Tulang naga ini terinspirasi dari adegan Game Of Throne saat karakter Arya Stark menemukan tulang naga di pantai Kings Landing.

The dragon skull was then brought to the beach for some finishing touches.

Yang bertanggung jawab membuat tengkorak naga ini adalah Blinkbox, tulang dibuat dan dirakit di studio selama 3 bulan lalu dibawa ke pantai menggunakan truk. Bisa lihat kan kesungguhan sebuah serial TV di Amerika mempromosikan tayangannya? semoga stasiun TV kita bisa seperti ini.

Sumber:
http://www.businessinsider.com/game-of-thrones-dragon-skull-2013-7?op=1

Ini Dia Foto-Foto Anak Punk Yang Digunduli Oleh Polisi Daerah Aceh

Beberapa hari lalu tersiar kabar mengenai anak-anak punk yang ditangkap oleh polda Aceh, dibawah ini adalah berita lengkapnya

 Langkah Polda Aceh menggunduli 60 Anak punk menuai kontroversi. Tindakan itu pun diekspos media Australia hingga Eropa. Nah, Polda Aceh pun memberi penjelasan. Langkah penggundulan itu bukan pelanggaran HAM, melainkan untuk membina agar anak-anak itu menjadi lebih baik.

"Jadi kan begini, mereka itu dibina di sekolah polisi. Sesuai tradisi, mereka harus dimandikan dan digunduli. Dan mereka senang-senang saja," kata Kabid Humas Polda Aceh AKBP Gustav Leo saat dihubungi detikcom, Jumat (16/12/2011).
Gustav bercerita hal ikhwal anak-anak punk ini 'disekolahkan' di sekolah polisi. Pada Sabtu (10/12) lalu, ada 65 anak punk yang kedapatan mengumpulkan uang di jalan. Mereka meminta uang kepada pengendara di Banda Aceh.
"Karena tidak ada izin, anak-anak punk itu dirazia Satpol PP. Lalu karena ditemukan narkotika dan senjata tajam, akhirnya dikoordinasikan dengan Polresta Banda Aceh," jelas Gustav.
Karena masih remaja, pihak kepolisian dan Pemkot Banda Aceh pun menghubungi orang tua anak punk itu. Tetapi, orang tua menyerahkan kepada pemkot dan polisi untuk dibina.
"Saat ditangkap ada narkotika, tetapi tidak jelas siapa pemiliknya karena barangnya dikumpulkan semua. Ditanya juga tidak ada yang mengaku. Kemudian mereka ini hanya punya baju satu lembar dan banyak yang tidak mandi. Orang tua pun menyerahkan ke kita," jelasnya.
Akhirnya, digelar pembinaan bagi anak-anak punk ini. Dari 65 anak, 6 orang di antaranya perempuan. "Di sekolah polisi juga tidak ada kekerasan, mereka berlatih olahraga, outbond, dan banyak yang positif lainnya," terang Gustav.
Dia berharap masyarakat dan publik sadar, bahwa anak-anak punk ini harus dibina dan jangan dibiarkan hidup di jalanan. "Kita tidak ada dana untuk membina mereka. Tapi kita upayakan, jangan sampai mereka malah menjadi korban di jalan karena meresahkan masyarakat," tutur Gustav.

Nah dibawah ini adalah foto-foto anak punk yang diambil dari situs berita Australia The Telegraph















Kira-kira bagaimana menurut anda? apakah anak punk memang pantas diperlakukan seperti ini?

Sumber:
Detiknews
The Telegraph

Ini Dia 10 Senjata Kuno Paling Unik

Perang di jaman dulu mungkin yang terbayang hanya memakai pedang dan panah, jauh sekali dengan jaman sekarang yang memakai teknologi canggih seperti pesawat jet, roket, atau robot. Namun tahukah anda orang-orang jaman dulu tidak hanya menggunakan pedang dan panah? karena beberapa senjata di daftar ini berbentuk cukup aneh dan unik. Yuk kita lihat langsung dari daftar paling buncit, nomor 10.

10. Mere Club


















Mere club digunakan oleh suku Maori di Selandia Baru, senjata berbentuk pentungan ini digunakan dengan cara ditusukkan bukan dengan cara dipukulkan, cukup aneh bukan? bisakah anda menusuk seseorang dengan benda ini?. Selain senjata Mere juga menjadi simbol kepemimpinan, senjata ini diberi nama lalu diwariskan dari generasi ke generasi. Maori juga percaya Mere mengandung Manna atau energi spiritual khusus, tidak heran jika suatu Mere yang dipandang penting oleh suatu suku hilang, maka suku itu pasti berusaha mencarinya sampai ketemu.





9. Pedang Kait








Senjata asal China ini berbentuk pedang dengan ujung seperti kait, membuat dua senjata dapat disatukan menjadi pedang yanng lebih panjang. Bentuk melingkar ujungnya juga bisa untuk menangkis serangan lawan, dan ujung pedang dibuat seperti belati untuk menyerang musuh dalam jarak dekat. Namun senjata ini sendiri lebih banyak digunakan penduduk sipil daripada digunakan dalam militer China.

8. Kpinga















Kpinga adalah sebuah pisau lempar yang digunakan suku Azande yang mendiami wilayah Nubia yaitu daerah yang terletak diantara wilayah utara Sudan dan selatan Mesir. Pisau ini terdiri dari 3 bilah dan bilah yang dekat dengan gagang pisau menyimbolkan alat kelamin pria sebagai simbol kejantanan. Ketika pria suku Azande menikah, dia memberikan pisau ini kepada keluarga mempelai perempuan.

7. Machuahuitl







Suku Aztec menggunakan Machuahuitl sebagai senjata utama ketika berperang maupun untuk mencari budak. Senjata ini berbentuk sepotong kayu berat dengan batu-batu obsidian tajam di sisi-sisinya. Senjata ini memang tidak bisa buat menusuk namun bisa menimbulkan luka dalam, konon kuda pun bisa dirubuhkan dengan senjata ini.

6. Gunting


















Berbeda dengan bentuk gunting sekarang, senjata para gladiator ini berbentuk mirip garpu panjang. Pelindung metal di bagian bawah melindungi lengan gladiator sekaligus menahan serangan. uniknya senjata ini sangat ringan sehingga para gladiator dapat mengayunkan gunting ini dengan cepat.

5. Chakram















Berbentuk piringan logam berlubang di tengah dengan bagian luar sangat tajam. Senjata ini dilemparkan ke atas dan ketika jatuh ke bawah mampu melukai lengan maupun kaki lawan. Senjata ini berasal dari India dan dipakai Sikh berpangkat tinggi.

4. Chu Ko Nu













Inilah senapan mesin klasik dari China, walaupun daya jangkau pendek dan butuh banyak tenaga senjata ini mampu menembakkan 10 anak panah dalam 15 detik. Ketika anak panah paling bawah melesat, anak panah yang berada diatas otomatis turun dan siap untuk ditembakkan lagi.

3. Sarang Lebah






Disebut sarang lebah karena dalam tabung kayu besar ini terdapat 32 tabung kecil berisi anak panah, anak panah ini ditembakkan dengan mesiu, sekali tembak 32 anak panah langsung menghujani lawan tanpa ampun. Bisa jadi ini menjadi inspirasi rocket launcher dari China.

2. Katar















Senjata dari India ini mirip-mirip seperti cakar wolverine dalam serial X-men. Senjata ini hanya memiliki 1 belati, namun jangan salah sangka dulu ketika tuas rahasia ditarik maka bilah pisau ini langsung mengeluarkan 2 bilah pisau rahasia, membuatnya menjadi senjata yang sangat ampuh dalam pertarungan jarak dekat.

1. Zhua

















Adalah senjata dari China yang berbentuk tangan dengan kuku-kuku yang tajam, senjata ini umum digunakan untuk menjatuhkan prajurit dari atas kuda. Namun fungsi utamanya adalah menarik perisai musuh atau alat perlindungan, membuat musuh lebih gampang diserang dengan cakar besinya.

Sumber:
Top 10 List

Kasihan, Wanita Umur 26 Tahun Berubah Menjadi Seperti Nenek-Nenek

Kasus yang diderita wanita ini cukup memprihatinkan karena diumur 26 tahun rupa tubuhnya sudah mirip nenek-nenek. Kok bisa?

Ben Tre, Vietnam, Kasus aneh mendera seorang wanita di Vietnam. Pada usia 23 tahun, wanita itu mengalami gatal-gatal hebat di tubuhnya. Namun karena asal-asalan minum obat tanpa resep dokter, efek samping obat membuat kulitnya menjadi berkeriput dan berlipat seperti nenek usia 73 tahun.
Nguyen Thi Phuong yang kini berusia 26 tahun dan belum memiliki anak tampak seperti nenek-nenek dengan banyak cucu. Menurut dokter, Phuong mengalami sindrom langka karena efek samping dari obat yang ia minum.Pada tahun 2008 saat usianya masih 23 tahun, Phuong mengalami gatal-gatal di sekujur tubuh. Ia yakin bahwa kondisinya disebabkan oleh alergi seumur hidup karena makanan laut. Namun saat itu, reaksi yang terjadi sangat buruk.  "Saya benar-benar merasa gatal di seluruh tubuh. Saya terus menggaruk bahkan ketika tidur," kenang Nguyen Thi Phuong, seperti dilansir Dailymail, Jumat (14/10/2011).Phuong mengatakan saat itu ia mengonsumsi beberapa obat yang dibelinya di apotik setempat, bukan pergi ke rumah sakit karena suaminya Nguyen Thanh Tuyen (33 tahun) terlalu miskin untuk mengajaknya ke dokter."Setelah satu bulan meminum obat, gatal saya berkurang. Lalu saya beralih ke obat tradisional dan dan semua gatal-gatal menghilang. Namun bersamaan dengan hilangnya gatal, kulit saya mulai melorot dan berlipat," jelasnya.Phuong kemudian mencoba obat tradisional jenis lain untuk mengobati masalah penuaan yang cepat pada kulitnya, tetapi usahanya tidak berhasil.Dokter menduga kondisi ini mungkin terjadi karena penggunakan obat-obatan tradisional dalam jangka panjang yang dibubuhi dengat corticoid (jenis steroid) pada obat farmasi.Steroid ini mempercepat efek dari obat yang tidak diatur penggunaannya, tetapi juga bisa memicupenyakit kulit langka yang disebut mastositosis, dimana tubuh menghasilkan sel mast (bagian dari sistem kekebalan yang membantu tubuh dalam melawan infeksi) terlalu banyak."Kami menganggap ini takdir kita dan saya menghentikan pengobatan pada tahun 2009. Sekarang saya selalu memakai masker wajah setiap kali pergi keluar," jelas Phuong.Phuong mengatakan kulit di wajah, dada dan perutnya mengalami lipatan seperti perempuan tua yang telah melahirkan beberapa kali meskipun ia tidak pernah punya anak. Namun sindrom penuaan yang cepat itu tidak mempengaruhi siklus menstruasi, rambut, gigi, mata dan pikirannya.  Pada 2 Oktober lalu, dokter dari Nguyen Dinh Chieu Hospital di Provinsi Ben Tre mengatakan akan memeriksa Phuong gratis dan mengirimnya ke HCMC Dermatology Hospital jika mereka gagal untuk mendiagnosa kondisinya.Dari pemeriksaan itu, ada beberapa ketidaksepakatan di antara dokter dalam mendiagnosis penyebabkasus langkanya ini."Dia mungkin telah minum obat corticoid untuk waktu yang lama. Apoteker tradisional banyak menggunakan corticoid dalam pengobatan mereka, yang menyebabkan efek samping seperti wajah membengkak dan bagian kulit tumbuh tidak normal," jelas Vo Thi Bach Suong dari HCMC University of Medicine and Pharmacy.Nguyen Hoai Nam, seorang dosen di universitas, juga sepakat bahwa Phuong mungkin menderita kondisi langka itu karena penggunaan yang salah dari corticoid."Penghentikan penggunakan corticoid secara mendadak dengan mudah bisa menyebabkan Sindrom Cushing, yang secara jelas terlihat melalui kulit yang terkena," jelas Nguyen Hoai Nam.Sindrom Cushing dapat dipicu jika seseorang memiliki tingkat hormon kortisol yang sangat tinggi dalam darah. Gejala umum termasuk penambahan berat badan, pembulatan dari wajah akibat timbunan lemak berkembang di sana dan penipisan kulit.Namun dokter Huy Hoang Huynh dari HCMC Dermatology Hospital memiliki keraguan atas diagnosis ini. Menurutnya ini benar-benar aneh. Ini adalah pertama kalinya ia mendengar kasus proses penuaan yang terjadi sangat cepat pada orang dewasa. Ia mengatakan ini juga bukan sindrom lipodystropy.Sindrom lipodystropy adalah sindrom langka yang menyebabkan lapisan jaringan lemak di bawah permukaan kulit hancur sementara kulit terus tumbuh pada kecepatan yang mengejutkan."Namun, penuaan bukanlah tanda umum dari Sindrom Cushing," jelasnya.Saat ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan Phuong, tetapi ada banyak obat-obatan untuk membantu mengobati gejalanya. Dokter juga menambahkan pengobatan dapat mengembalikan 50-70 persen dari kulit normalnya dan terapi laser dapat mengurangi lipatan.Meski tampak seperti nenek-nenek, suaminya Tuyen mengatakan tetap mencintai istinya. Cintanya tetap tidak pudar meski wajah istrinya yang cantik sudah terlihat seperti neneknya."Saya menikah dengan Phuong ketika dia seorang wanita cantik. Saya telah mengikuti dia melaluipenyakit dan tidak pernah terkejut sama sekali. Ini tidak mudah untuk berbicara tentang urusan perkawinan sendiri. Hanya cukup mengerti bahwa saya masih sangat mencintainya," ujar Nguyen Thanh Tuyen yang bekerja sebagai tukang kayu.Sementara Tuyen dan Phuong tidak berani untuk memiliki anak meski mereka telah menikah beberapa tahun, sejak Phuong berusia 21 tahun. Hal ini dilakukan karena kehidupan ekonomi mereka sudah sangat sulit.

Sumber:
 Detik Health

CCTV Terbesar Di Indonesia Ada Di Bandung!!

Kalau biasanya sebuah CCTV disembunyikan dari pandangan umum, nah yang satu ini malah kelihatan mencolok, bagaimana tidak karena CCTV ini diklaim sebagai CCTV terbesar di Indonesia.


Sebuah Closed Circuit Television (CCTV) diakui sebagai yang terbesar di kelasnya oleh Museum Rekor Indonesia. Kamera pengintai besutan PT Telview Technology itu nongkrong seperti dalam bentuk yang familiar di puncak gedung perusahaan tersebut di Jalan Pajajaran 26 Bandung, Minggu (10/7).

Menurut Manajer Muri, J Ngadri, pihaknya memberikan rekor bernomor 4982 bagi karya anak bangsa itu. �Ukurannya merupakan sesuatu yang luar biasa,� tandasnya di sela-sela pemberian piagam Muri kepada pihak perusahaan.

Pihaknya sendiri tak menyoroti persoalan teknologi yang digunakan karena tak berhak melakukan penilaian. Hanya saja, Muri mempertimbangkan pula keberadaan CCTV terbesar itu sebagai upaya penyadaran akan pentingnya fungsi alat tersebut.

Presiden Direktur Telview, Darwin Lestari sebagai pemilik ide CCTV terbesar menyebut bahwa realiasi itu lebih kepada upaya membangkitkan kesadaran keamanan publik. Ide itu sendiri sudah muncul sejak 4 tahun lalu. Dengan biaya Rp 150 juta, proyek tersebut dituntaskan dalam tempo 8 bulan.

�Saya sendiri punya impian, seandainya setiap rumah maupun kantor mampu memasang CCTV dengan mengarah ke tempat publik, sehingga setiap 10 meter ada kamera, wilayah kita akan jadi aman,� katanya.
CCTV terbesar itu menyorot ke Jalan Pajajaran sebagai salah satu jalur padat lalu lintas di �Kota Kembang�. Dengan dimensi panjang 4,56 meter dan lebar 1,7 meter, badan kamera itu dipasang di ketinggian 15,6 meter.

Berdasarkan pengamatan di layar pemantau, dengan resolusi tinggi 540TVL, gambar yang dikirimkan cukup jernih. Spesifikasi kamera dapat melakukan kemampuan optical zoom 36 x dengan lensa f=3,4-122,4 mm yang dapat bergerak dinamis dalam menentukan sudut pandang.

�Operasional CCTV terbesar ini difungsikan selama 24 jam. Apabila diperlukan kepolisian, rekamannya bisa saja kami berikan,� kata Darwin tentang CCTV yang bisa dikunjungi masyarakat dalam rangka wisata.
Dengan alasan keamanan, dia menyebutkan bahwa rekaman CCTV bisa mengungkap kasus criminal. Dengan kamera kecil itu pula, disebutnya, sempat merekam detik-detik kejadian gempa di Padang, beberapa waktu lalu. Belum lagi sebagai fungsi pengaturan lalu lintas, dan pantauan kerumunan massa.

Pihaknya berencana membangun pula CCTV serupa di kota di luar Bandung. Sebagai merek lokal yang bermain di pasar kamera pengintai, pemasaran Telview mencakup seluruh Indonesia. Meski demikian, pihaknya tak berencana menjual spesifikasi kamera tersebut.

�Kami tak berencana memproduksi secara massal, tapi kami tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang berminat kepada CCTV tersebut. Ini semata-mata sebagai upaya membangkitkan security awareness saja,� tandasnya yang juga berupaya mendaftarkan CCTV terbesar itu ke Guinness World Records agar diakui sebagai rekor dunia.

Wah coba kalau setiap jalan protokol ada cctv sebesar ini, mungkin penjahat bakalan segan buat berbuat jahat ya.

Sumber:
Suara Merdeka

Sanggupkah Anda Tinggal Di Desa Yang Dihuni Ratusan Ular?

Keberadaan ular sejak lama ditakuti manusia, tidak lain karena bisa-nya termasuk sangat beracun, namun para penduduk desa Zisiqiaou yang berada di timur Zhejiang, China, malah menghasilkan uang dengan menternakkan ratusan ular yang sebagian besar beracun. Rupanya ular-ular tersebut diternakkan untuk dikonsumsi, dijadikan obat, dan obyek tontonan turis. Karena itulah desa ini kemudian disebut "Desa Ular". Mau tahu?

Lebih dari 160 keluarga petani di Zisiqiaou menternakkan ular-ular beracun termasuk cobra dan piton


A typical resident of 'Snake Village'



Pada tahun 1985, Yang Hongchang - sekarang 60 tahun - mulai menternakkan ular di Zisiqiao, menjual mereka ke pedagang hewan setempat. Dia sekarang menjalankan sebuah perusahaan yang melakukan penelitian pemuliaan dan mengembangkan produk-produk yang terkait dengan ular mulai dari anggur ular sampai bubuk ular.

A typical resident of 'Snake Village'


Para warga sudah terbiasa dengan kehadiran ular, malah mereka tidak takut berdekatan dengan ular


A typical resident of 'Snake Village'


Hongchang menarik sekelompok ular keluar dari ember. Karena permintaan dan dorongan pemerintah untuk mengembang biakkan ular untuk obat tradisional, penduduk desa seperti Hongchang bisa mendapatkan ratusan ribu yuan setiap tahun (6,5 yuan setara dengan satu dolar).

A typical resident of 'Snake Village'

Hongchang sedang mengekstrak bisa ular, walau kegiatan ini menguntungkan namun tetap saja sangat berbahaya.

A typical resident of 'Snake Village'

Beginilah cara menyembelih ular, ular-ular ini akan digunakan untuk bahan makanan yang menjadi favorit disana

A typical resident of 'Snake Village'


Pegawai restoran sedang menggantung ular, siap untuk dibantai. Selain dagingnya sup ular, anggur ular, dan ektrak ular dikonsumsi karena dianggap meningkatkan imunitas tubuh.







Olahan ular ternyata tidak hanya dinikmati penduduk lokal namun juga diekspor ke berbagai negara seperti Amerika, Jerman, Jepang, dan Korea Selatan.



A typical resident of 'Snake Village'




Hanya kepala yang tersisa. Ular yang dikeringkan bisa dikirim ke pabrik obat



A typical resident of 'Snake Village'




 Daging ular siap disajikan





A typical resident of 'Snake Village'






Sumber: